Mal Ibukota Ramai Semua karena Transportasi Umum?

Jakarta pernah menyandang status sebagai kota dengan overinvestment di sektor mal atau pusat perbelanjaan kelas menengah ke atas. Sepertinya dengan ekstensi rute Transjakarta gila-gilaan dalam 3 tahun terakhir, masa itu sudah nyaris berakhir. Belum faktor adanya MRT dan ojek online.

Sekitar 4 tahun lalu, gue pernah baca satu artikel tentang mal-mal sepi di ibukota. Banyak banget. Dibandingkan sekarang yang bisa dibilang hitungan jari. Toh saat gue langsung datangin Plaza Semanggi yang disebut mal sepi (1), tetap ada kehidupan di lantai lantai bawahnya terutama tempat makan. Nggak ada yang sampai separah Mal Balekota di Tangerang.

Sebelum ekstensifnya Transjakarta, orang-orang harus merogoh kocek dalam untuk ke mall. Orang ke mall pakai mobil. Lihat deh hampir semua mall di Jakarta punya parkiran bertingkat-tingkat dan putaran spiral yang mengerikan bagi sebagian orang. Apalagi sejak kasus di ITC Permata Hijau - yang membuat ortu gue trauma dengan parkiran model begitu dan tidak mau pakai mobil matic. (2)

Seandainya tarif parkir seperti dahulu kala yang ada maksimal 15 ribu, tetap aja membuat orang mager ke mall. Pikirnya buat apa jauh-jauh kalau kebutuhan sehari-hari bisa dibeli di Indomaret dan warung? Makan bisa di mall dekat rumah (terutama warga Bodetabek). Sama aja isinya.

Lama-lama mal mulai sepi, sampai puncaknya sekitar 2015-2016 banyak laporan mall sepi dan overvacancy (banyak space kosong). Kondisi saat itu jaringan Transjakarta cabang masih sepi. Rute ke Bodetabek masih berupa APTB dan itu juga banyak masalahnya seperti harus bayar dua kali. Penumpang KRL masih 70% sekarang dan image buruk KRL masih melekat di banyak orang. Dan tahun itu juga gue baru rutin naik KRL.

Masa itu mulai berakhir sejak Transjakarta mengembangkan banyak rute cabang dan mulai diperkenalkan rute non-BRT atau yang bisa naik dari pinggir jalan dan bayar Rp 3500 cash ke kondekturnya. Awalnya pola seperti ini diuji coba di rute Tebet - Kokas - Sampoerna Strategic (6C/6D), makanya busnya sudah mulai reot. Kemudian calon koridor 14: Manggarai - Lenteng Agung - UI. Disusul rute Tangerang, Bekasi, dan Depok. Lama-lama banyak koridor BRT punya pendamping non-BRT, contohnya Koridor 1 punya GR1, 1P, dan DA5. Koridor 9 punya 9D.

Tentunya ekstensi rute gila-gilaan didukung dengan populernya Trafi sebagai aplikasi buat melacak lokasi busway bahkan melakukan route planning.

Apa efeknya ke mall? Lihat di Kokas, semakin sore lalu lintas nggak cuma dari mobil dan motor yang masuk mall, tapi dari suatu titik dekat SD Menteng Dalam 02 (CMIIW). Di situlah pemberhentian bus 6C dan 5F dari Stasiun Tebet. Gue pernah naik busway ini sendiri waktu jam-jam orang pergi ngemall seperti Sabtu sore. Rame bos! Perlu diingat, 5F sama sekali tidak terhubung dengan BRT sehingga harus bayar Rp 7000 (2x bayar) kalau mau transit ke jalur BRT.

Kalau siang, kadang halte Sarinah ramai dengan orang mau ke mallnya untuk... Ke McD! Walaupun daerah Sabang di belakang Sarinah terkenal banget kulinernya, nggak menghalangi sebagian orang tetap ke Sarinah!

Contoh jelas yang sering digadang-gadang pecinta transportasi umum adalah stasiun MRT Blok M. Ada akses langsung, ada hype percobaan MRT yang luar biasa di Maret lalu. Hasilnya? Traffic mal meningkat luar biasa, banyak tenant baru di Blok M Plaza. Belum Blok M Square ikutan rame, yang pintu masuknya cuma selemparan batu dalam arti harafiah.

Nah, perpaduan tempat dengan diskon gede-gedean dan akses mudah murah, siapa yang gak mau ke sana? Apalagi yang didiskon kebutuhan perut yang nggak akan pernah ada matinya. Lihat aja Yoshinoya, Bakmi GM yang antrinya saat jam buka puasa macam beli tiket buat lebaran.

Tanpa sadar, tujuan transportasi umum yang awalnya cuma buat orang pergi kerja menjadi berkembang buat membantu orang-orang pergi belanja juga ya?

Referensi:
1.  https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20190303084422-33-58587/sepi-5-mal-legendaris-jakarta-ini-ditinggal-pengunjung
2. https://mobilku.wordpress.com/2007/05/20/tragedi-honda-jezz-matic-di-itc-jakarta/

Comments